gravatar

ketika aku lemah ... di jalanMu


Ketika aku lemah .. di jalanMu
aku pun lupa akan nikmatMu
aku pun mulai jauh dariMu
aku pun tak sadar dalam pengawasanMu

Ketika aku lemah .. di jalanMu
Semangatku luntur bak lumpur
hancur tanpa bentuk yang terstruktur
lebur dalam niat yang udzur



Ketika aku lemah .. di jalanMu
Aku menyalahkan syaithon yang jalang
menggoda di tiap persimpangan jalan
kesalahan dipelupuk mata tak dihiraukan

Ketika aku lemah .. di jalanMu
Malu rasanya menghadapMu
Ingin rasanya tuk menjauh
tuk sementara waktu ...
tuk kembali padaMu

Ketika aku lemah .. di jalanMu
tak mempan nasihat di telingaku
tak teringat kalam indahMu
tak terlihat jelas bayan dari RasulMu

Ketika aku lemah .. di jalanMu
aku malu ...
aku merasa sungguh lugu
akan kesalahan dan kekuranganku

Ya Alloh ... maafkan hambaMu yang lemah dan telah berburuk sangka
meski tertatih ku terus melangkah
meski penuh dosa ku tetap berdo'a
dalam romantika hamba dan Tuhannya
dalam petunjuk Rasul yang Mulia

Ya Alloh ... kuhaturkan syukurku kepadaMu atas nikmatMu yang tiada tara
Sahabat dan keluarga yang senantiasa berdo'a
literatur kuning yang senantiasa mengajak bicara
dunia maya yang lugas tanpa suara
tak terbayarkan oleh amal hingga akhir masa

Dalam RidloMu aku bangkit
dalam ma'unahMu aku tidak lagi sakit
dalam hidayahMu tantangan tidak lagi sulit
dalam berkahMu hatiku lapang tak terbatas oleh langit

============================
How to read this : puisi ini berisi prasangka seorang hamba [bagian 1-6]... yang belum tentu baik menurut ajaran agamanya, dan ditutup dengan sebuah sikap positif [bagian 7-9] yg diilhami dari beberapa keterangan dalam beberapa literatur keislaman, seperti hadits yang berisikan tentang anjuran senatiasa berdo'a [dalam keadaan apapun] sebagai pengikat jarak antara hamba dan Tuhannnya, serta keterangan alquran mengenai dzikir yang dapat menentramkan jiwa.
Semoga bermanfaat.

Jogjakarta-PP. Pandanaran, 2 Desember 2009
Caksyam

Entri Populer Bulan ini

Views