gravatar

Manusia beristighfar

Aku pun sering menangis
dalam kesedihan
dalam keputusasaan
dalam kepasrahan

Aku pun sering meratap
dalam keterbatasan
dalam keterpaksaan
dalam kekecewaan

aku pun sering mengeluh
dalam kelemahan
dalam kealpaan
dalam keadaan yg tak sesuai harapan



aku pun sering meronta
dalam sudut pandang kecil kebenaran
dalam kilau ilmu yg terkekang
dalam ketidakadilan semu kesederhanaan

Namun ...
Aku menangis hanya dihadapMu Ya Alloh ...
aku meratap hanya kepadaMu Ya Alloh...
aku mengeluh hanya di sisiMu Ya Alloh ...
aku meronta hanya dalam keterbatasanku Memahami keAgunganMu Ya Alloh ...

ya ..., hanya kepadaMu
laaa ilaaha illalloh ...

aku takut bumi ini hancur
aku takut langit itu runtuh
aku takut matahari padam
aku takut Gunung berterbangan ...
tak kuasa atasku ...
Jika tak hanya kepadaMu ....



Allohumma anta robbiy ...
laa ilaaha illa anta
kholaqtaniy ..., wa ana 'abduka
wa ana 'ala 'ahdika wawa'dika mastatho'tu
abuu'u bi ni'matika 'alaiyya
wa abuu'u bi dzambi
faghfirliyy ...., faghfirliyy ...., faghfirliyy ....,
fainnahu la yghfirudz-dzunuba illa anta

==========================
Meniru model "ta'dhim" yg diajarkan oleh para Ulama, puisi ini diawali dgn pengakuan atas berbagai kelemahan dalam diri seorang manusia, dilanjutkan dgn pegakuan ke-Esa-an Alloh yg memiliki nilai terapi jiwa dan penyegaran tauhid seorang hamba. serta diakhiri dengan do'a "Sayyidul Istighfar" yg diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. dalam sebuah hadits yg diriwayatkan oleh Ahmad (adapun redaksi faghfirliy di ulang 3x oleh penulis sebagai ungkapan kemantaban, kesungguhan dan proses pengolahan alam bawah sadar ... hingga bagian atom terkecil tubuh & jiwa tuk turut serta beristighfar). Smoga bermanfaat. ^_^

Yogyakarta-PP.Pandanaran , 28 Mei 2010
Caksyam.

Entri Populer Bulan ini

Views