Archives

gravatar

Membelai hati sang bidadari


Ilustrasi : by Danang Kawantoro


Aku takut engkau tergoda ...
karena itu aku diam
Aku takut engkau goyah ...
karena itu aku diam

aku takut ada yang kecewa
aku takut ada yang terluka
aku takut ada yang terhina
karena itu aku diam

aku takut tak bisa menjaga
aku takut potensi yang tak bisa diduga
aku takut jatuh ke dalam dosa
karena itu aku diam

gravatar

Engkau berhak atas jilbabmu



Terjulur jilbabmu ...
megah auramu
tertutup auratmu
mengikuti perintah Tuhanmu

Terjulur jilbabmu ...
menghiasi akhlaqmu
turut menjaga agar tak lusuh
oleh kebebasan yang kita sendiri tak tahu apa itu

gravatar

Jadilah khadijahku




Hitam awan itu tabirku
tak dapat melihat jelas cahaya dalam istikhorohku
apakah telah lurus niatku ...?
apakah telah tulus, tawakkalku ...?
apakah cintaku mengikuti sunnah RasulMu ...?
apakah dia untukku...?

ikhtiarku ...
dalam baca ...
dalam keringat yang tercurah ...
dalam waktu yang terpecah
dalam logika yang diasah
dalam do'a ...
menjawab anugerah dan amanah Sang Penguasa hati dan jiwa

gravatar

Mengapa aku padaMu



Sungguh Mahal harga nyawa ini
Sungguh tak tergantikan kesehatan ini
Sungguh Indah rasa dalam hati
Sungguh ..., aku tak bisa mendustakan nikmat ini

gravatar

Manusia biasa



Aku bukan pahlawan
hanya membantu ketika ada kesempatan
aku bukan yang paling baik
hanya berusaha untuk lebih baik dan terus baik

gravatar

Sang Mempelai



Tak bisa dipuji hanya dengan kata-kata
karena terlalu indah
Tak bisa dilihat hanya dengan mata
karena terlalu mempesona

Tak bisa hanya hadiah sekuntum Bunga
karena layu ..., tak lama
Tak bisa hanya Janji bahagia
karena bukan Dongeng nan Indah

gravatar

Ijinkan kami berbagi




Allohu Akbar ... , Allohu Akbar ... , Allohu Akbar ... ,
Indah rasanya bisa berbagi tanpa beban
meski sekedar kambing jantan
terlebih lagi sapi pilihan
atau bahkan unta ...,
yang mungkin hanya ada di negeri seberang sana

idul Qurban ...
simbol peradaban, penghambaan, keikhlasan
sebagaimana kedua putra Adam berlomba menggapai Ridlo Tuhannya
sebagaimana Ibrahim dan Ismail, tegar ... akan janji pada Sang Pencipta

gravatar

aku mengagumiMu



aku mengagumiMu
kagum akan ciptaMu
kagum akan cintaMu
kagum akan "Maha" dalam sifatMu

tanpa batas ..., kagum akanMu
kagum akan qodlo dan qodarMu
kagum akan hikmah dalam tiap episode tumbuhku
kagum akan yang terbaik dariMu
meski tak kuasa nalarku

gravatar

ajari kami yaa Rabb ...



belum banyak yg bisa kami baca
dari goresan cahaya di penghujung malam-Mu
belum banyak yg bisa kami lakukan
dari bongkahan ilmu dalam ayat-ayat kauniyah-Mu
ajari kami yaa Rabb ...

apakah hati kami yg terlampau keras?
ataukah fikir kami yg terlalu lugas tanpa alas?
melihat tanpa memandang?
mendengar tanpa memperhatikan ... ???
ajari kami yaa Rabb ...

gravatar

Isteriku, maafkan aku



maafkan aku ...
memintamu tidur sebelum tengah malammu
di tengah asyikmu ...
bukan untukku,
melainkan untuk cintamu pada Tuhanmu
di sepertiga malammu
karena kita manusia biasa ...

maafkan aku ...
bertanya keadaanmu, di setiap langkahmu
di tengah sibukmu
bukan ku ingin mengganggu,
melainkan aku khawatir akanmu
lelah mendera ..., sakit pun tiba
dan semua rencana tak berjalan sempurna
karena kita manusia biasa ...

Entri Populer Bulan ini

Views