gravatar

logika sederhanaku





Di suatu saat ...
Patah sayap hatiku, patah semangatku ...

Amarah begitu membuncah, mengikis sabarku
gelap tak bercahaya kalbuku
malas ...., telah menjadi kanker dalam langkahku

kala dunia menjadi begitu silau
hingga buta hatiku, berusaha menghalau
kala nafsu menjadi begitu berkuasa
menihilkan logika dan mematikan "rasa"

Pahit di lidah ..., manis dalam bayangku
lezat dalam ucap ..., anyir dalam ukhuwahku
ketika persaudaraan tak terlihat meski dekat
ketika kebohongan begitu murah, dengan diskon begitu hebat

Logikaku pun mulai melawan ...
Dan aku ... sebenarnya tak suka
dengan senyuman berbalut dendam
dengan tawa berbalut kebencian
dengan ketentraman berbalut pengkhianatan

Sungguh ..., tak suka
dengan cinta berbalut durhaka
dengan kemesraan berbalut dosa
dengan kesetiaan berbalut alpa pada Sang Pencipta

Bukankah begitu indah ...?
ketika sedikit lapar berbuah kebersamaan
ketika kejujuran berbuah keberkahan
ketika tegas berbuah pribadi berkualitas

Bukankah begitu mempesona ...?
ketika cinta di bawah naungan ridlo-Nya
ketika bahagia sejalan dengan ajaran Nabi-nya
ketika tangis berbuah kedekatan, untaian do'a kepada-nya
ijabah terbaik, atas keluh kesah seorang hamba

Bukankah begitu luarbiasa ...?
tanpa berjasa, Engkau titipkan sebuah "nyawa" ...
Amanah besar, tak tersedia di toko mana saja
tanpa meminta ..., Engkau bebaskanku tuk menghirup udara
Menikmati indahnya dunia dengan sepasang bola mata
Mendengarkan kemerduan dengan sepasang telinga
Merasakan Cinta ..., begitu indah tak terlukis oleh kata-kata

Astaghfirulloh ....
"keajaiban dunia" mana lagi yang musthi kucari ?
Nikmat yang melekat dalam diri, tak mungkin kudustakan lagi
Terlalu banyak alasan tuk bersyukur ...
ku berlindung kepada-Mu, agar tak kufur

Tak ada lagi alasan bagiku ...
untuk tidak menggunakan nikmat waktu-Mu
untuk tidak memanfaatkan nikmat sehat-Mu
untuk tidak memaksimalkan asaku, berbagi dengan umat-Mu
untuk tidak mengarahkan niatku, menuju ridlo-Mu
untuk tidak bersemangat dalam tiap langkah hidupku
sungguh tak ada alasan ...

Ku hanya membasuh pola pikirku
ku hanya menyegarkan kembali ingatanku
ku hanya mengkilapkan lagi hatiku
ku hanya mengamalkan apa yang ku tahu

begitulah ....
kata logika sederhanaku

=======================================
Melatih logika, tuk senantiasa leluasa menuju ridlo_nya
=======================================

Yogyakarta, 30 maret 2011
caksyam

Saya suka menikmati puisi... Kadang juga menulis puisi. Adakah persyaratan khusus dalam mengirim puisi.

Entri Populer Bulan ini

Views